BIDANG KENELAYANAN

Menteri Susi Menegaskan Lelang Program Asuransi Jiwa untuk Nelayan Indonesia

Administrator | Rabu, 03 Agustus 2016 - 10:52:34 WIB | dibaca: 2085 pembaca

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Jakarta – Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti  menegaskan lelang program asuransi jiwa untuk nelayan Indonesia ''program asuransi jiwa untuk nelayan Indonesia yang saat ini proses lelangnya sudah hampir rampung, bukan diperuntukkan bagi para anak buah kapal (ABK),'' tegas Menteri Susi saat konferensi pers di Gedung Mina Bahari I KKP, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Menurut Susi, para ABK tersebut tidak berhak memanfaatkan program asuransi jiwa tersebut. Pasalnya, mereka sudah pasti mendapat perlindungan berupa asuransi yang sifatnya wajib ditanggung oleh perusahaan di tempatnya bekerja. Misalnya, dengan cara memanfaatkan program asuransi lainnya seperti BPJS.

''Bukan ABK yang kita asuransikan. Mereka ABK itu harus dan pasti diasuransikan oleh pemilik kapal atau perusahaan atau pemilik kapal di tempat mereka bekerja. Seperti BPJS atau asuransi lainnya yang diberikan oleh para pemilik kapal atau pemilik kapal perorangan,'' ucapnya saat

Menteri Susi kembali menegaskan, program asuransi jiwa dari pemerintah ini hanya untuk para nelayan Indonesia yang memiliki kapal dengan kapasitas 50 gross tonage (GT).

''Bukan untuk ABK, tapi untuk nelayan yang kapal-kapalnya di bawah 50 GT,'' tegas Susi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan lelang skema asuransi jiwa untuk para nelayan Indonesia dipastikan akan segera rampung. Peninjauan kembali dokumen perusahaan asuransi yang mengajukan proses lelang akan dilakukan sore ini dan pemenangnya akan segera diumumkan pada esok hari.

Adapun nilai asuransi untuk nelayan Indonesia ini senilai Rp175 miliar. Sementara ini akan diberikan untuk 1 juta orang nelayan. Manfaat asuransi ini akan terasa satu tahun sejak tanggal realisasi asuransi ini ditetapkan.

Bentuk skema program asuransinya terdiri dari dua jenis santunan. Pertama, santunan kecelakaan untuk nelayan akibat sedang melakukan akivitas penangkapan ikan yakni santunan kematian sebesar Rp200 juta, cacat tetap Rp100 juta, biaya pengobatan Rp20 juta.

Kedua, santunan kecelakaan saat di luar aktivitas penangkapan ikan. Santunan kematian alami Rp260 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta.

Selain itu, Menteri Susi Menteri menyebutkan, selama Juli 2016, ada 29 kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di wilayah Indonesia. Dari 29 kapal asing itu, 23 di antaranya terjaring di perairan Natuna. (Humas KKP/WP)

 

Sumber : http://kkp.go.id/2016/08/02/berita-foto-mkp-prescon/ 










Komentar Via Website : 118
cara pemesanan slimming capsule
15 Agustus 2016 - 10:26:03 WIB
cara agar mani pria tidak cepat keluar
19 Agustus 2016 - 14:53:37 WIB
luar biasa bagus informasinya, semoga web nya makin sukses http://goo.gl/YzQ977 | http://goo.gl/JOjXsx
cara agar mani pria tidak cepat keluar
19 Agustus 2016 - 15:00:59 WIB
luar biasa bagus informasinya, semoga web nya makin sukses http://goo.gl/YzQ977 | http://goo.gl/JOjXsx
AwalKembali 123... 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)