BIDANG PEMBUDIDAYA IKAN

Peran Penyuluh Dalam Penumbuhkembangan Kelompok Perikanan

Administrator | Rabu, 15 Maret 2017 - 14:39:17 WIB | dibaca: 670 pembaca

Peran Penyuluh Dalam Penumbuhkembangan Kelompok Perikanan

Kelompok perikanan/pembudidaya merupakan kumpulan pembudidaya yang terikat secara non-formal atas dasar keserasian, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya), keakraban, kepentingan bersama, dan saling percaya mempercayai, serta mempunyai pimpinan untuk mencapai tujuan bersama.

Ciri-ciri kelompok perikanan adalah;

1) memiliki jumlah anggota, kelompok 10-25 orang;

2) pelaku utama yang berada di dalam lingkungan pengaruh seorang ketua kelompok;

3) mempunyai tujuan, minat dan kepentingan yang sama terutama dalam bidang usaha perikanan;

4) memiliki kesamaan-kesamaan dalam tradisi / kebiasaan, domisili,  lokasi usaha, status ekonomi, bahasa;

5) bersifat informal;

6) memiliki saling ketergantungan antar individu;

7) mandiri dan partisipatif;

8) memiliki aturan/norma yang disepakati bersama; dan

9) memiliki administrasi yang rapi.

Dalam upaya penumbuhkembangan kelompok perikanan sangat tergantung pada kemampuan penyuluh dalam memainkan perannya sehingga proses pengembangan kelompok dapat sesuai dengan arah pengembangan kelompok perikanan sebagaimana yang disebutkan dalam Permen KP. Besarnya peranan penyuluh dalam melakukan pengembangan kelompok secara fisik tercermin melalui tingkat perkembangan usaha yang ditekuni pelaku usaha tersebut. Peran penyuluh tidak hanya sebagai pentrasfer informasi dan inovasi bagi pelaku usaha tetapi juga mengarah pada bagaimana membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan untuk memilih inovasi yang akan diterapkan. Hal ini tentunya membutuhkan kemampuan yang tinggi dari seorang penyuluh untuk dapat meningkatkan perannya dalam pengembangan pelaku usaha sehingga dapat mendorong laju pembangunan perikanan.

Penyuluhan berorientasi pada perubahan perilaku pelaku usaha melalui suatu proses pendidikan karena penyuluhan tidak hanya sekedar menyampaikan hal-hal baru tetapi lebih dari itu. Dalam penyuluhan terkandung adanya perubahan sikap dan keterampilan masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan perubahan-perubahan dalam usahanya, demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan dan perbaikan kesejahteraan keluarga atau masyarakat. Melalui peran penyuluh, pelaku usaha diharapkan menyadari akan kebutuhannya, melakukan peningkatan kemampuan diri, dan dapat berperan di masyarakat dengan lebih baik.

Penyuluh perikanan dapat menampilkan dirinya sebagai penasehat, komunikator dan motivator dalam rangka proses alih ilmu dan teknologi, pembinaan ketrampilan serta pembentukan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan kebutuhan masyarakat yang dinamis.

Disamping itu penyuluh sebagai mitra pendamping pelaku utama dalam berusaha dan mengupayakan pemecahan masalah yang dihadapi pelaku utama baik masalah teknis maupun masalah non teknis.  Adapun dampak yang ditimbulkan dari kegiatan penyuluhan perikanan antara lain;

1) meningkatnya penguasaan teknologi perikanan pada pelaku utama,

2) meningkatnya kemandirian pada pelaku utama,

3) meningkatnya kreativitas kelompok pelaku utama untuk lebih aktif mencari inovasi teknologi dan informasi pasar,

4) meningkatnya peran pelaku utama untuk mengakses permodalan dari lembaga keuangan,

5) serta meningkatnya kesadaran pelaku utama terhadap  pelestarian lingkungan hidup.

Profesionalisme dan kemandirian penyuluh perikanan dalam penumbuhkembangan kelompok tidak terlepas dari sistem, kelembagaan dan dukungan fasilitas pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Untuk mengoptimalkan peranannya maka perlu dilakukan Pemerintah Daerah menginventarisasi sumberdaya yang dimiliki, berdasarkan inventarisasi ini dapat disusun perencanaan yang meningkatkan nilai tambah serta meningkatkan ketersediaan inovasi teknologi dan kreativitas penyuluh dalam penumbuhkembangan pelaku utama dan pelaku usaha.

Penyuluh juga sebagai agent of change yakni berperan sebagai pusat untuk mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik. Sebagai motivator utama dalam pembangunan, seorang penyuluh perikanan dituntut memiliki kompetensi atau kemampuan, mutu kecerdasan intelektual, kecerdasan sikap, moralitas, integritas kepribadian  dan keterampilan yang tinggi dan menonjol. Perilaku dan sikap mental inilah  yang harus dimilki terlebih dahulu oleh penyuluh‚  sebagai modal untuk melaksanakan penyuluhan agar pelaku utama dan pelaku usaha mau dan mampu berubah. Dan terakhir yang sering dilupakan adalah mengadakan pemantauan dan evaluasi.

Oleh: 1).Rina Jurita

 










Komentar Via Website : 39
Cara Menghilangkan Lendir Di Paru-Paru
17 Maret 2017 - 08:30:22 WIB
Loker
31 Maret 2017 - 19:06:44 WIB
thank information. http://goo.gl/epSphg
Peluang Bisnis Online Tanpa Modal
03 April 2017 - 13:28:06 WIB
Tetap berusaha menjadi yang terbaik :). Salam sukses | https://goo.gl/58yEcG |
AwalKembali 123... 4 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)